NusaPangan membangun identitas digital petani, lahan, dan hasil panen β siapa yang menanam, di lahan mana, dan berapa yang akan panen. Program MBG adalah pelanggan pertama kami, bukan satu-satunya.
Semakin banyak petani bergabung, semakin kaya data β akurasi AI meningkat, prediksi membaik, dan seluruh ekosistem memperoleh manfaat.
Petani jual langsung ke SPPG tanpa tengkulak. Escrow menjamin pembayaran β dana ditahan pihak berizin sampai barang dikonfirmasi diterima.
Dashboard harga, traceability QR dari sawah ke sekolah, dan monitoring logistik untuk SPPG, Bulog, dan pemerintah.
Peta lahan sawah Banten, prediksi panen, dan verifikasi petani untuk lembaga keuangan. Harvest, Supply, Price, dan Farmer Intelligence dari satu mesin data.
Seluruh produk dibangun di atas satu fondasi data yang sama.
Basis data petani tervalidasi sebagai fondasi seluruh ekosistem.
Setiap lahan punya identitas digital β QR code hanyalah pintu masuknya.
Pendamping digital berbasis AI dan data β bukan janji jam konsultasi.
Industri agritech Indonesia baru menyaksikan runtuhnya beberapa pemain besar. Kami membangun dengan batasan yang jelas sejak awal.
Kami menjual data verifikasi petani ke bank. Bank yang memutuskan dan menanggung risiko. Kami biro data pertanian, bukan pemberi pinjaman.
Tidak ada armada, tidak ada gudang. Data kami mengalir dari hulu ke hilir β operasi fisiknya tetap milik mitra. Model asset-light menjaga biaya tetap rendah.
Escrow dijalankan melalui mitra penyedia jasa pembayaran berizin β bukan oleh NusaPangan.
Peta Lahan Sawah Dilindungi (LSD) Provinsi Banten menjadi fondasi β petani terverifikasi ditautkan ke dalamnya.
Data publik bisa diunduh siapa saja. Yang tidak bisa ditiru adalah data yang kami kumpulkan sendiri di lapangan β dan yang menebal setiap musim panen.
Hari ini baru 3 titik tervalidasi. Setiap musim panen, titik bertambah dan riwayatnya menebal. Itulah aset yang tidak bisa disalin dengan membangun aplikasi serupa.
Kami memilih menguasai satu rantai sampai tuntas, bukan melebar ke banyak komoditas. Varietas premium seperti beras organik justru paling membutuhkan traceability.
Kesenjangan yang menjadi titik masuk NusaPangan β berdasarkan data resmi 2026.
Wawancara langsung di Banten β 3 petani dan 1 pengelola SPPG.
Marketplace sengaja bermargin tipis β nilai sesungguhnya ada di lapisan data.
| Sumber | Pelanggan | Model | Margin |
|---|---|---|---|
| Komisi transaksi | PetaniβSPPG | 1β2% dari GMV | Rendah (disengaja) |
| Langganan dashboard | SPPG, Bulog, Pemda | Rp 5β15 juta/bulan | Sedang, berulang |
| Verifikasi petani | Bank, asuransi | Rp 25β50 ribu/verifikasi | Tinggi |
| Prediksi panen | BGN, Bulog, industri pangan | Langganan data | Tinggi |
| Lisensi traceability | Eksportir, ritel premium | Per volume | Sedang |
Perjalanan beras dari sawah Banten hingga piring siswa DKI Jakarta.
8 halaman interaktif dengan data real PIHPS Kemendag, BPS, dan Kemendikdasmen.
π Buka Prototype Sekarang