Rice Intelligence Infrastructure

Kami tidak menjual beras.
Kami menjual kepastian tentang beras.

NusaPangan membangun identitas digital petani, lahan, dan hasil panen, siapa yang menanam, di lahan mana, dan berapa yang akan panen.

From Farm Data to Indonesia's Food Security

Alur data · farm → food security LIVE
Petaniverifikasi lapangan Polygon Lahankoordinat & luas (LSD) Rice IDQR traceability Penggilinganrendemen tercatat SPPG /Institutional Buyersescrow & distribusi Dashboard Pemerintah menerima data dari seluruh simpul
3petani tervalidasi
1,04 jtton surplus Banten
5aliran pendapatan
Angka Awal

Dimulai dari lapangan, bukan dari asumsi

3Petani tervalidasi lapangan
1,04 jt tonSurplus beras Banten Jan–Jun 2026
134 rb+Satpen MBG DKI + Banten
Petani memanen padi Panen padi bersama di sawah Potret petani padi
Sumber Data Resmi

Dibangun di atas data resmi negara

Setiap angka di NusaPangan bersumber dari lembaga resmi.

Bank IndonesiaBank Indonesia
Inflasi
BPSBadan Pusat Statistik
Produksi padi
Kementerian PertanianKementerian Pertanian
Varietas & lahan
Kementerian ATR/BPNKementerian ATR/BPN
Lahan Sawah Dilindungi
Badan Pangan NasionalBadan Pangan Nasional
Cadangan pangan
KemendikdasmenKemendikdasmen
Satpen MBG
Bank IndonesiaBank Indonesia
Inflasi
BPSBadan Pusat Statistik
Produksi padi
Kementerian PertanianKementerian Pertanian
Varietas & lahan
Kementerian ATR/BPNKementerian ATR/BPN
Lahan Sawah Dilindungi
Badan Pangan NasionalBadan Pangan Nasional
Cadangan pangan
KemendikdasmenKemendikdasmen
Satpen MBG
Struktur Bisnis

Petani gratis. Institusi yang membayar.

Petani adalah sumber data, bukan sumber pendapatan. Yang membayar adalah pihak yang membutuhkan kepastian, pembeli institusi dan lembaga yang menanggung risiko.

01 · PETANI

Gratis selamanya

Rice ID, pencatatan lahan, harga harian, dan akses ke pembeli institusi, tanpa biaya. Setiap panen yang dicatat memperkaya mesin data kami.

Rp 0 · mesin pengumpul data
02 · PEMBELI INSTITUSI

Komisi & langganan

SPPG, Bulog, dan pembeli besar membayar komisi transaksi serta langganan dashboard pasokan, traceability QR, dan optimasi rute.

Pendapatan berulang
03 · LEMBAGA

Data & verifikasi

Bank, asuransi, dan pemerintah daerah membayar untuk profil petani terverifikasi, prediksi panen, dan peta pasokan wilayah.

Inti bisnis · margin tertinggi
Aplikasi · Demo Langsung

NusaPangan dalam genggaman

Bukan sekadar konsep, ini aplikasinya, berjalan langsung di halaman ini. 14 layar: daftar, catat lahan, jual ke SPPG, lacak QR, sampai skor kelayakan untuk bank. Silakan klik dan coba.

  • 📝Daftar & dapat Rice IDidentitas digital + persetujuan sesuai UU PDP
  • 🛒Jual langsung ke SPPGAgriMart, tanpa tengkulak
  • 🔍QR traceabilitylacak dari sawah sampai penerima
  • 📊Skor kelayakan petaniprofil verifikasi untuk bank, bukan pinjaman
DEMO LANGSUNG
Tata Kelola

Kami belajar dari kegagalan orang lain

Industri agritech Indonesia baru menyaksikan runtuhnya beberapa pemain besar. Kami membangun dengan batasan yang jelas sejak awal.

Kami TIDAK menyalurkan kredit

Kami menjual data verifikasi petani ke bank. Bank yang memutuskan dan menanggung risiko. Kami biro data pertanian, bukan pemberi pinjaman.

Kami TIDAK memiliki aset logistik

Tidak ada armada, tidak ada gudang. Data kami mengalir dari hulu ke hilir, operasi fisik tetap milik mitra. Model asset-light menjaga biaya rendah.

Kami TIDAK menyimpan dana pengguna

Escrow dijalankan melalui mitra penyedia jasa pembayaran berizin, bukan oleh NusaPangan.

LahanMap · Moat Kami

Aset yang tidak bisa disalin

Peta Lahan Sawah Dilindungi (LSD) Provinsi Banten menjadi fondasi, petani terverifikasi ditautkan ke dalamnya.

LAYER PUBLIK · bisa ditiru Lahan Sawah Dilindungi resmi ATR/BPN (SK 2021): 149.163 ha · 47.937 bidang di 5 wilayah (Lebak, Pandeglang, Serang, Kota Serang, Cilegon), di atas citra satelit.
LAYER NUSAPANGAN · tidak bisa ditiru Petani terverifikasi lapangan dengan koordinat lahan · riwayat panen aktual per musim · riwayat transaksi.

Hari ini baru 3 titik tervalidasi. Setiap musim panen, titik bertambah dan riwayatnya menebal, itulah aset yang tidak bisa disalin dengan membangun aplikasi serupa.

Buka LahanMap penuh →
🗺️ Banten · LSD + petani terverifikasi
Studi Kasus Data Real

Banten surplus, DKI defisit

Kesenjangan yang menjadi titik masuk NusaPangan, berdasarkan data resmi 2026.

✅ Banten · Surplus

Produksi Jan–Jun 20261,04 juta ton
Harga rata-rataRp 12.980/kg
Satpen MBG15.514

❌ DKI Jakarta · Defisit

Produksi Jan–Jun 2026495 ton
Harga rata-rataRp 14.061/kg
Satpen MBG119.160
Harga beras rata-rata · Rp/kg
Banten
DKI
Fokus Satu Komoditas

Beras, dikuasai sampai ke akar datanya

Kami memilih menguasai satu rantai sampai tuntas, bukan melebar ke banyak komoditas. Varietas premium seperti beras organik justru paling membutuhkan traceability.

Populer Banten

Inpari 32

Populer Banten · tahan hama
Produktivitas

Inpari 42

Produktivitas tinggi
Favorit pasar

Ciherang

Favorit pasar
Klasik

IR64

Klasik andalan
Pulen

Mekongga

Pulen · adaptif
Lahan kering

Situ Bagendit

Toleran lahan kering
Premium

Beras Merah

Segmen premium
Organik

Beras Organik

Premium · wajib traceability

Varietas berdasarkan hasil validasi lapangan di Banten dan segmen pengembangan.

Validasi Lapangan

Kata mereka yang kami wawancarai

Wawancara langsung di Banten, 3 petani dan 1 pengelola SPPG.

👨‍🌾 Petani · Inpari 32 · 1,5 ha
Harga sering berubah-ubah. Kami kurang tahu harga sebenarnya di pasar.
Petani 1, menjual ke tengkulak, Rp 6.000–6.500/kg
👨‍🌾 Petani · Ciherang · 2 ha
Sulit mencari pembeli besar secara langsung. Kami sering bergantung pada pengepul.
Petani 2, menjual ke koperasi & pengepul, Rp 6.200–6.800/kg
👨‍🌾 Petani · Inpari 42 · 0,8 ha
Informasi harga kurang transparan dan biaya distribusi tinggi kalau harus menjual sendiri.
Petani 3, menjual ke tengkulak, Rp 6.000/kg
🏫 SPPG · 3.000–3.500 porsi/hari
Kami belum mengetahui detail beras berasal dari petani mana. Dengan QR Traceability, sangat berguna.
Pengelola SPPG, melayani sekolah program MBG
About Us

Teknologi tidak menggantikan petani, ia menguatkan mereka

Mengapa NusaPangan ada, dan ke mana kami membawanya.

NusaPangan didirikan dengan satu visi sederhana: membangun Rice Intelligence Infrastructure Indonesia.

Ketahanan pangan dimulai dari memberdayakan orang-orang yang memproduksi pangan kita. Dengan menghubungkan petani langsung ke pembeli institusi, didukung data tepercaya, wawasan berbasis AI, dan infrastruktur digital yang transparan, kami mempersempit kesenjangan informasi, memangkas rantai pasok yang tidak efisien, dan memperluas akses pasar bagi petani.

Lebih dari sekadar menaikkan pendapatan petani, ekosistem beras yang efisien memperkuat makroekonomi Indonesia: biaya transaksi menurun, harga pangan lebih stabil, dan ketahanan pangan nasional menguat.

MISI KAMI

Kami tidak sekadar mendigitalkan pertanian. Kami membangun infrastruktur data yang memungkinkan keputusan lebih cerdas, pasar lebih adil, dan sistem pangan yang lebih tangguh bagi Indonesia.

Demo

Tonton NusaPangan bekerja

Perjalanan beras dari sawah Banten hingga dapur SPPG di DKI Jakarta.

Video NusaPangan